BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Madah Mutiara

.

.

diaktifkan oleh Klik1Malaysia.com

Friday, March 12, 2010

pertembungan 2misi :misi yahudi dan misi islam

Ketakutan tentang hari akhir atau hari kiamat di dalam benak dunia Barat, dalam hal ini Amerika Syarikat diam-diam ternyata sudah menjadi momok sejak lama. Perubahan sikap Gedung Putih yang tadinya malu-malu mengakui jika dirinya sangat kuat agama dengan kepercayaan Judeo-Christianiy-nya, menjadi sepenuhnya terbuka dan bangga dengan keyakinan Kabbalisnya tersebut dimulai pada era Presiden Ronald Reagan di era 1980-an. Sikap Presiden Jimmy Carter yang melunak dalam kebijakan di Timur Tengah di akhir masa kekuasaannya, membuat lobi Zionis berubah haluan dengan tidak mendukungnya lagi dan menemukan susuk calon presiden yang baru yang sangat mendukung mereka. Ronald Reagan, mantan aktor Hollywood yang terjun ke dunia politik dijadikan pilihan. Dalam Pilihanraya 1980, Reagan menang mengalahkan Carter.

Reagan sendiri seorang Judeo-Christian (Zionis-Kristen) yang sangat taat, juga Kepala Departemen Kehakiman Amerika Ed Meese, Sekretaris Departemen Pertahanan Casper Weinberger, Menteri Dalam Negeri James Watt, dan hampir semua pucuk pimpinan di Negara tersebut.

Di saat kekuasaan Reagan-lah dimulai diselenggarakan seminar-seminar keagamaan di Gedung Putih secara teratur, Para tokoh Zionis-Kristen seperti Jerry Falwell, Mike Evans, dan Hal Lindsey, diundang untuk berbicara dan mengadakan kontak pribadi langsung dengan para pemimpin nasional dan Kongres.

Misal, di tahun 1982, Reagan mengundang Falwell untuk memberikan ceramahnya di depan pejabat Dewan Keamanan Nasional soal kemungkinan pecahnya perang nuklear melawan Rusia dalam perspektif nubuatan kuat agamanya.

Dalam suatu percakapan pribadi dengan Tom Dine, seorang pelobi senior Yahudi yang bekerja untuk American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), seperti yang dimuat dalam The Washington Post (April 1984), Reagan mengatakan jika dirinya sangat kuat agama dan sangat yakin dengan berbagai ramalan tentang hari akhir yang digambarkan oleh Talmud.

“Anda tahu,” ujarnya, “Saya berpaling kepada nabi-nabi kuno Perjanjian Lama dan kepada tanda-tanda yang telah meramalkan Perang Armageddon. Saya sendiri jadi bertanya-tanya, apakah kita ini—saya dan Anda—akan melihat semuanya itu tergenapi. Saya tidak tahu. Apakah Anda belakangan ini juga telah memperhatikan nubuat-nubuat para nabi itu; akan tetapi, percayalah kepada saya bahwa nubuat-nubuat itu menggambarkan masa-masa yang sekarang ini sedang kita jalani.”

Penerus Reagan, mantan pimpinan CIA George HW Bush, Bill Clinton, dan George W. Bush, meneruskan upaya Reagan. Di antara mereka, yang paling banyak disorot media massa adalah George Bush Junior yang digambarkan sangat fundamentalis. Di sekeliling Bush Junior bertebaran pendeta-pendeta Zionis-Kristen fundamentalis seperti Jerry Falwell, Pat Robertson, Hal Lindsey, Zola Levitt, Oral Roberts, Mike Evans, Tim LaHaye, Kenneth Copeland, Paul Crouch, Ed McAteer, Jim Bakker, Chuck Missler dan Jimmy Swaggart. Semuanya adalah para pemuka Kristen–Zionis. Mereka membela kepentingan Israel lewat semua media yang dikuasainya.

Secara teratur, para pemimpin Kristen fundamentalis ini, bersama dengan organisasi-organisasi pro-Israel yang mereka pimpin, menjangkau lebih dari 100 juta orang Kristen Amerika, dan lebih dari 100 ribu pendeta. Jumlah dana operasional mereka konon mencapai US$ 300 juta setahun. Merekalah aktor intelektual bagi dukungan membabi-buta Amerika terhadap Zionis-Israel sampai saat ini.

Pengganti Bush Junior, Barrack Obama (“Barrack” adalah nama Yahudi, seperti halnya Ehud Barrack), meneruskan semua yang telah dilakukan para pendahulunya, walau type kepemimpinannya dikesankan sangat egaliter, dikesankan sangat kontra dengan gaya kepemimpinan Bush yang berasal dari Partai Republik. Padahal sama saja.

Kuatnya kepercayaan mereka terhadap hari akhir tidak lepas dari keyakinan kaum Zionis-Yahudi terhadap hari akhir yang sebenarnya mereka tahu dan percaya tentang bagaimana mereka akan berperang dan kalah dalam peperangan di Bukit Armagido melawan pasukan kaum Muslimin yang dipimpin Imam Mahdi dan Nabi Isa a.s, sehingga dengan sekuat tenaga—namun dilakukan dengan penuh kerahsiaan—kaum Zionis ini berusaha memperkuat diri dan menghindari “takdirnya” tersebut.

Salah satu program nasional yang sejak lama dilakukan Zionis-Yahudi di Tanah Palestina yang diduduki secara sepihak, dan didukung penuh kaum Zionis di seluruh dunia, adalah dengan menanami sebanyak-banyaknya Tanah Palestin dengan pohon Yahudi, iaini pohon Ghorgod. Pohon Ghorgod merupakan salah satu spesies pohon terpenting yang sejak lama memang dikenal sebagai salah satu pohon paling beracun di dunia. Dengan program ini, kaum Zionis-Yahudi bermaksud akan berlindung di balik pohon-pohon tersebut di dalam peperangan hari akhir.

Selain program pohon Ghorqod, Zionis-Israel juga telah membangun tembok pembatas antara wilayah yang didudukinya dengan wilayah pemukiman warga Palestin. Tembok yang jauh lebih tinggi dan kuat dibanding tembok Berlin ini sesungguhnya dibuat untuk menghadapi peperangan di hari akhir menghadapi pasukan Imam Mahdi.

Sejak tahun 1960-an, NASA juga telah mengetahui jika matahari akan mendekati bumi, ini merupakan cycle perputaran matahari selama 3.600 tahun, sehingga akan mempengaruhi medan magnetik di bumi. Salah satu kemungkinan yang telah diprediksi sejak lama adalah adanya sebuah asteroid besar yang akan masuk ke bumi dalam masa-masa itu. Sejumlah kalangan, termasuk tokoh Zionis-Yahudi AS bernama Rabi Yitzhak Qadduri, sangat yakin jika asteroid besar itu akan menghentam wilayah Amerika Syarikat, sebagaimana meteor raksasa yang pernah menghantam kawasan Arizona sehingga sampai saat ini meninggalkan cerukan yang sangat besar di sana.

Rabi Yitzhak Qadduri menyerukan kepada para pengikutnya dan kepada seluruh kaum Yahudi di Amerika agar meninggalkan negara itu secepatnya untuk menghindari bencana tumbukan asteroid raksasa yang akan terjadi. Rabi Qadduri bahkan menyerukan agar kaum Yahudi Amerika juga pindah ke Ethiopia, satu negeri di Afrika yang diyakininya akan selamat dari bencana tersebut.

Entah mengapa, dalam bagian akhir film 2012 juga disebutkan jika Afrika selamat dari bencana besar tersebut. Adakah film Holywood tersebut merupakan “pesan rahsia” yang ditujukan bagi kaum Yahudi dunia? Wallahu’alam.

Satu lagi ketakutan kaum Barat terhadap bencana besar adalah ramalan dari Santo Malachy, salah satu orang suci dalam keyakinan Katolik yang hidup di abad ke-12 Masehi yang telah meramalkan jika takhta kepausan di Vatikan dalam waktu dekat akan hancur.

Semua ketakutan tersebut tidak akan menghantui kaum Muslimin, karena Allah Swt telah berjanji jika kaum Muslim seluruh dunia tidak akan mengalami hari kiamat yang menakutkan tersebut, karena umur umat Islam akan habis pada saat angin lembut bertiup dari Yaman, sebelum bumi hancur berkeping-keping melumatkan isinya. Dan Sebagai seorang yang berakal jernih pasti sahaja kaum Muslimin jelas dan tahu bahawa kita sedang dalam persiapan ke arah pemersatuan ummat islam dengan Khilafah, terlalu banyak gerakan-gerakan islam hari ini cenderung menyuarakan pemersatuan ummat dengan Khilafah. Antaranya yang umum ketahui pencetus dakwah yang konsisten menegakkan Khilafah ialah Hizbut Tahrir yang berasal dari AlQuds diasaskan oleh Al-Imam Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani. Kemudian di ikuti oleh gerakan-gerakan islam yang lain, United Ummah, Ikatan intelektual Nusantara, Bldk, Gema Pembebasan, dan termasuk Gasim sendiri, menyeru kaum muslimin yang sedar akan reality ini kearah pemersatuan Ummat dengan satu akidah satu perasaan, satu pemikiran, satu bendera, satu perjuangan.

Khilafah merupakan sebuah Institusi kedaulatan yang akan menjaga dan mengaplikasikan syariat islam 100% didalamnya ummat islam dari seluruh dunia yang mana kurang lebih 58 buah negari yang terpecah-pecah akan bersatu di Bawah Al-Liwa (bendera putih berkalimah tauhid hitam, benderanya rasulullah @ bendera negara Khilafah selama 1300 tahun) dan Panji Ar-Royah (Panji hitam yang berkalimah tauhid putih, merupakan panjinya Rasulullah @ panji jihad daulah Khilafah selama 1300 thn khilafah memayungi dunia).

Kembalinya khilafah ini juga merupakan sebuah isyarat nubuah, dimana Rasulullah Saw bersabda dalam bisyarahnya:

"Di tengah-tengah kalian terdapat masa KENABIAN yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada masa KEKHILAFAHAN yang mengikuti Manhaj Kenabian yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu saat Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada masa KEKUASAAN YANG ZALIM yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada masa KEKUASAAN DIKTATOR (kuku besi) yang menyengsarakan yang berlangsung selama Allah mengkehendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu saat Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Selanjutnya akan muncul kembali masa KEKHILAFAHAN yang mengikut MANHAJ KENABIAN." Setelah itu Beliau diam. (HR Ahmad)

Khilafah tidak akan berdiri dengan jalan demokrasi, khilafah tidak akan berdiri dengan jalan-jalan yang bukan islami, ia hanya akan berdiri dengan Manhaj Kenabian, Manhaj Kenabian disini membawa maksud mengikuti segala yang diperjuangkan oleh Rasulullah, dari fase awalnya di mekah secara syir, sehinggalah kepada fase hijrah di Madinah, kemudiannya Khilafah yang didirikan juga merupakan Khilafah atau sistem kenegaraan baik dari segi Pemimpinnya dan penerapan Islamnya, sama dengan waktu kepimpinan yang mengikut petunjuk nubuwah yang pertama iaitu zaman pemerintahan Khalifah Abu Bakar, Khalifah Omar, Khalifah Othman, Khalifah Ali, dan ada yang menyatakan sehingga ke zaman Omar abdul Aziz.

Dan menurut banyaknya hadith-hadith menunjukkan bahawa ummat islam ini akan
kembali bersatu dibawah naungan khilafah, dan setelah Khilafah ini bangkit dan kemangkatan seorang khalifah yang mengepalai sistem khilafah itu barulah ummat akan membaiat Imam Mahdi sebagai penyambung tugas amirul mukminin (khalifah) yang mangkat tadi. Dan berbagai-bagai lagi isyarat-isyarat dari nubuah menyatakan akan kembalinya Khilafah ini.

Dan kiranya orang yahudi mahupun judeo-kristian ini mampu berusaha keras bagi memastikan keselamatan mereka baik melalui perang armageddon atau kiamat, sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah dan Rasulnya Muhammad SAW sudah menjadi kewajiban dan menjadi suatu tindakan yang sangat wajar untuk bersama-sama memperjuangkan dan membangkitkan ummat islam dari keterporokan dari zaman kegelapan bagi ummat islam, dari zaman penindasan dan penghinaan terhadap agama islam ini.

Sudah sangat pantas kita bersama-sama berganding bahu, menjadikan diri sebagai ummat yang bersakhsiyah tinggi, berpemikiran islami, berkepimpinan juga islami, dan ini semua perlukan sebuah tsaqaofah islam, yang dengannya segala tindakan, pola fikir, dan pola jiwa akan menyatu di bawah sebuah idea yang melahirkan peraturan yang mendasar kepada akidah islam; Mabda islam. Dimana dengannya nanti kita akan disatukan, dengan penyatuan pemikiran, perasaan, dan peraturan. Yang akan membuatkan diri akan terus-terusan mengidam untuk menjadi seorang panglima, singa atau pedang islam di akhir zaman yang telah dijanjikan.

Nikmat pahala dan kelebihannya tiada taranya saudaraku, peristiwa kemerdekaan bagi seluruh ummat islam ini hanya tinggal faktor masa, anugerah Allah kepada ummat islam akhir zaman ini hanya tinggal faktor masa sahaja. Mengapa ianya dinyatakan sebagai anugerah?

Ianya merupakan anugerah kerana, peristiwa pembebasan ini hanya berlaku 2 kali sahaja dalam dunia islam, pertama, sewaktu zaman nubuwwah, dimana Rasulullah Saw sendiri yang menjadi peneraju perjuangan mensyariatkan islam. Setelah Islam bisa di ziharkan dengan peristiwa hijrah dengan itu wujudnya sebuah institusi pelaksanaan syariah di Madinah, dengan adanya Madinahlah jihad terlaksana, dengan adanya madinahlah islam menjadi tinggi dengan pengaplikasiaan syariat islam secara kaffah.

Dan kini ummat islam kembali dalam keadaan terasing, seperti mana sabda Rasulullah:
“Islam muncul pertama kali dalam keadaan terasing dan akan kembali terasing sebagaimana mulainya, maka berbahagialah orang-orang yang terasing tersebut. Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, siapa al-ghuraba ini?" Rasulullah saw. bersabda, "Mereka adalah orang-orang yang melakukan perbaikan ketika manusia sudah rusak." (Hadits ini diriwayatkan oleh at-Thabrani dalam al-Kabir).

Bererti peluang menjadi Al-Ghuraba ini juga merupakan sekali sahaja dalam kehidupan islam, dengan mengembalikan daulah Islam, dengan membetulkan kembali sunnah-sunnah Rasulullah yang telah rosak dan dipermainkan, membetulkan akidah-akidah keliru, pemahaman-pemahaman kabur tentang islam, semuanya kerosakan yang ada akan dibetulkan oleh para pejuang Al-Guraba’ ini. Dan peluang membetulkannya sudah sampai tahap memuncak, dimana penekanan-penekanan dan penentangan terhadap pasukan-pasukan al-ghuraba ini telah semakin jelas, dengan kematian, dengan boycot, dengan penyiksaan dan berbagai lagi.

Peristiwa yang berulang, daripada zaman nubuah, dimana Rasulullah dan para sahabat telah pun mendapat penentangan yang hebat, sumayyah dibunuh, yasir dibunuh, bilal diseksa, terlalu banyak penentangan yang dihadapi mereka diwaktu Islam semakin dekat dengan tempoh kemenangannya. Dimana diwaktu itu juga, pahala yang diperoleh bagi sabiqunal awalun tidak akan sama dengan orang-orang yang masuk islam setelah hijrah. Pasti sahaja yang terkorban, tersiksa di awal perjuangan Islam lebih besar kedudukannya disisi Allah dan Rasul berbanding setelah islam dinobatkan dengan peristiwa hijrah. Yang tentunya peluang untuk menjadi orang terawal, orang yang melaksanakan sebuah revolusi aman @ Hijrah @ inqilab ini hanya sekali. Ia tidak akan pernah sama dengan perjuangan, setelah khilafah ini berdiri, ia tidak akan sama dengan perjuangan setelah seruan Jihad dilaungkan kembali oleh sang Khalifah pemimpin kaum Muslimin. Kerana diwaktu itu peristiwa inqilab telah pun berlaku. Maka kerana itulah ia merupakan sebuah anugerah bagi mereka yang menghargai sebuah anugerah Allah.

Lantas apakah masih ada yang ingin berdiam, dan memeluk tubuh?

Apakah masih ada yang tidak ingin ambil pusing dan duduk membatu, tanpa ada usaha untuk memperjuangkannya,?

Mengapa si yahudi itu yang dijanjikan manusia sombong jelek dan bodoh itu sanggup berjuang walau mereka telah dijanjikan neraka kerana tidak redhanya mereka terhadap islam dan usaha-usaha mereka menghancurkan islam?

Dan mengapa tidak bagi orang-orang islam yang dijanjikan syurga dan balasan-balasan yang tidak terhingga di hari pembalasan di atas bantuan mereka terhadap agama Allah ini mengorak langkah bersama-sama berjuang memastikan peristiwa inqilab ke dua kalinya ini benar-benar berlangsung?

Tepuk dada tanyalah iman anda?

0 comments: